Tampilkan postingan dengan label magetan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label magetan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Februari 2012

Kabupaten Magetan

KABUPATEN MAGETAN
Terdiri dari 18 Kecamatan
234 Desa

KECAMATAN BARAT
Desa Bangunsari
Desa Banjarejo
Desa Blaran
Desa Bogorejo
Desa Jonggrang
Desa Karangsono
Desa Klagen
Desa Mangge
Desa Manjung
Desa Ngumpul
Desa Panggung
Desa Purwodadi
Desa Rejomulyo
Desa Tebon

KECAMATAN BENDO
Desa Belotan
Desa Bendp
Desa Bulak
Desa Bulugledek
Desa Carikan
Desa Dukuh
Desa Duwet
Desa Kinandang
Desa Kleco
Desa Kledokan
Desa Lemahbang
Desa Pingkuk
Desa Setre
Desa Soco
Desa Tanjung
Desa Tegalarum

KECAMATAN KARANGREJO
Desa Baluk
Desa Gebyok
Desa Gondang
Desa Grabahan
Desa Karangrejo
Desa Kauman
Desa Manisrejo
Desa Mantren
Desa Maron
Desa Patihan
Desa Pelem
Desa Prambelan
Desa Sambirembe

KECAMATAN KARAS
Desa Batok
Desa Geplak
Desa Ginuk
Desa Jongke
Desa Karas
Desa Kuwon
Desa Sobontoro
Desa SumurSongo
Desa Taji
Desa Temboro
Desa Temenggungan

KECAMATAN KARTOHARJO
Desa Bayem Taman
Desa Bayem Wetan
Desa Gunungan
Desa Jajar
Desa Jeruk
Desa Karangmojo
Desa Kartoharjo
Desa Klurahan
Desa Mrahu
Desa Ngelang
Desa Pencol
Desa Sukowidi

KECAMATAN KAWEDANAN
Desa Balerejo
Desa Bogem
Desa Garon
Desa Genengan
Desa Giripurno
Desa Jambangan
Desa Karangrejo
Desa Kawedanan
Desa Mangunrejo
Desa Mojorejo
Desa Ngadirejo
Desa Ngentep
Desa Ngunut
Desa Pojok
Desa Rejosari
Desa Sampung
Desa Selorejo
Desa Sugihrejo
Desa Tladan
Desa Tulung

KECAMATAN LEMBEYAN
Desa Dukuh
Desa Kediren
Desa Kedungpanji
Desa Krowe
Desa Lembeyan Kulon
Desa Lembeyan Wetan
Desa Nguri
Desa Pupus
Desa Tapen
Desa Tunggur

KECAMATAN MAGETAN
Desa Baron
Desa Bulukerto
Desa Candirejo
Desa Kebonagung
Desa Kepolorejo
Desa Magetan
Desa Purwosari
Desa Ringinagung
Desa Selosari
Desa Sukowinangun
Desa Tambakrejo
Desa Tambran
Desa Tawanganom

KECAMATAN MAOSPATI
Desa Gulun
Desa Klagen Gambiran
Desa Kraton
Desa Malang
Desa Maospati
Desa Mranggen
Desa Ngunjung
Desa Pandeyan
Desa Pesu
Desa Ronowijayan
Desa Sempol
Desa Sugihwaras
Desa Sumberejo
Desa Suratmajan
Desa Tanjung Sepreh

KECAMATAN NGARIBOYO
Desa Baleasri
Desa Balegondo
Desa Bangsri
Desa Banjarejo
Desa Banjarpanjang
Desa Banyudono
Desa Mojopurno
Desa Ngariboyo
Desa Pendem
Desa Selopanggung
Desa Selotinatah
Desa Sumberdukun

KECAMATAN NGUNTORONADI
Desa Driyorejo
Desa Gorang Gareng
Desa Kenongomulyo
Desa Nguntoronadi
Desa Petungrejo
Desa Purworejo
Desa Semen
Desa Simbatan
Desa Sukowidi

KECAMATAN PONCOL
Desa Alastuwo
Desa Cileng
Desa Genilangit
Desa Gonggang
Desa Janggan
Desa Plangkrongan
Desa Poncol
Desa Sombo

KECAMATAN PARANG
Desa Bungkuk
Desa Joketro
Desa Krajan
Desa Mategal
Desa Ngaglik
Desa Nglopang
Desa Ngunut
Desa Parang
Desa Pragak
Desa Sayutan
Desa Sundul
Desa Tamanarum
Desa Trosono

KECAMATAN PLAOSAN
Desa Bulugunung
Desa Buluharjo
Desa Bogoarum
Desa Dadi
Desa Ngancar
Desa Nitikan
Desa Pacalan
Desa Plaosan
Desa Plumpung
Desa Punthukdoro
Desa Randugede
Desa Sarangan
Desa Sendangagung
Desa Sidomukti
Desa Sumberagung

KECAMATAN PANEKAN
Desa Banjarejo
Desa Bedagung
Desa Cepoko
Desa Jabung
Desa Manjung
Desa Milangasri
Desa Ngiliran
Desa Panekan
Desa Rejomulyo
Desa Sidowayah
Desa Sukowidi
Desa Sumberdodol
Desa Tanjungsari
Desa Tapak
Desa Terung
Desa Turi
Desa Wates

KECAMATAN SUKOMORO
Desa Bandar
Desa Bibis
Desa Bogem
Desa Bulu
Desa Kalangketi
Desa Kedungguwo
Desa Kembangan
Desa Kentangan
Desa Pojoksari
Desa Sukomoro
Desa Tamanan
Desa Tambakmas
Desa Tinap
Desa Truneng

KECAMATAN SIDOREJO
Desa Campursari
Desa Durenan
Desa Getasanyar
Desa Kalang
Desa Sambirobyong
Desa Sidokerto
Desa Sidomulyo
Desa Sidorejo
Desa Sumbersawit
Desa Widorokandang

KECAMATAN TAKERAN
Desa Duyung
Desa Jomblang
Desa Kepuhrejo
Desa Kerang
Desa Kerik
Desa Kiringan
Desa Kuwonharjo
Desa Madigondo
Desa Sawojajar
Desa Takeran
Desa Tawangrejo
Desa Waduk

Kamis, 02 Februari 2012

Bupati Magetan

Ini adalah nama nama Bupati Kabupaten Magetan yang pernah memerintah Kabupaten Magetan.

1. Raden Tumenggung Yosonegoro(1675 - 1703)
2. Raden Ronggo Galih Tirtokusumo (1703 - 1709)
3. Raden Mangunrono(1709 - 1730)
4. Raden Tumenggung Citrodiwirjo (1730 - 1743)
5. Raden Arja Sumaningrat(1743 - 1755)
6. Kanjeng Kyai Adipati Poerwadiningrat (1755 - 1790)
7. Raden Tumenggung Sosrodipuro(1790 - 1825)
8. Raden Tumenggung Sosrowinoto (1825 - 1837)
9. Raden Mas Arja Kartonagoro(1837 - 1852)
10. Raden Mas Arja Hadipati Surohadiningrat III (1852 - 1887)
11. Raden M.T. Adiwinoto(1887 - 1912), R.M.T. Kertonegoro (1889)
12. Raden M.T. Surohadinegoro (1912 - 1938), R.A. Arjohadiwinoto (1919)
13. Raden Mas Tumenggung Soerjo(1938 - 1943)
14. Raden Mas Arja Tjokrodiprojo (1943 - 1945)
15. Dokter Sajidiman(1945 - 1946)
16. Sudibjo (1946 - 1949)
17. Raden Kodrat Samadikoen(1949 - 1950)
18. Mas Soehardjo (1950)
19. Mas Siraturahmi(1950 - 1952)
20. M. Machmud Notonindito (1952 - 1960)
21. Soebandi Sastrosoetomo (1960 - 1965)
22. Raden Mochamad Dirjowinoto(1965 - 1968)
23. Boediman (1968 - 1973)
24. Djajadi (1973 - 1978)
25. Bambang Koesbandono (1978 - 1983)
26. M. Sihabudin (1983 - 1988)
27. Soedharmono (1988 - 1998)
28. Soenarto (1998 - 2003)
29. Saleh Mulyono (2003 - 2008)
30. Sumantri (2008 - Sekarang)

Kamis, 26 Januari 2012

Mojo Lambe


Kisah ini dimulai setelah perang besar di Kerajaan Mataram.
Setelah perang besar di kerajaan mataram, salah satu senopati perang meninggalkan Mataram dan pergi ke timur Gunung lawu untuk mencari pemukiman baru. Dia memasuki daerah yang berada di wilayah Kabupaten Sumoroto. 
Dalam pelariannya senopati perang tersebut mencari kerabatnya yang berada di sekitar Gunung Bancak. Di tengah perjalanan, senopati tersebut menghampiri seorang pencari rumput untuk menanyakan keberadaan kerabatnya tersebut.
Dengan baik baik dia menanyakan keberadaan kerabatnya yang dia cari. Mungkin karena penampilannya yang seadanya karena dalam pelarian perang, pencari rumput tersebut menjawab dengan seenaknya seakan acuh takacuh tidak mempedulikan senopati perang tersebut. 
Karena merasa disepelekan dan tidak dipedulikan dan dalam situasi yang masih kalut karena peperangan,  maka kemarahanpun tidak bisa dikendalikan lagi. Di hajarnya si pencari rumput tersebut. Karena si pencari rumput terus mengoceh dengan kata kata sembarangan, maka dipotonglah bibir ( lambe ) si pencari rumput tersebut dan potongan bibirnya di tancapkan di sebuah duru dari pohon mojo.
Seperti cerita ketoprak  Sang Senopati pun berkata : Mbesuk nek wis rejane jaman, daerah iki tak jenengake Mojo Lambe ( Besuk lakau jaman sudah maju, tempat ini aku beri nama Mojo Lambe ).
Karena kisah tersebut, sampai sekarang daerah itu disebut Mojo Lambe.

Catatan : Daerah Mojo Lambe berada di perbatasan antara Desa Krajan dan Jokerto  yang berada di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan. Kalau anda dalam perjalanan Parang - Magetan, di perbatasan Desa Krajan dan Joketro ada sebuah puntukan kecil dan ada tugu perbatasan, itulah daerah yang disebut Mojo Lambe.
Cerita Orang Tua dahulu. Beliau ( Senopati Perang tersebut ) merupakan cikal bakal dari keberadaan pemerintahan Desa Sundul. Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan yang waktu itu masih dalam wilayah Kabupaten Sumoroto ( Sekarang Ponorogo ). Baca cerita tentang Babat Desa Sundul.

Inilah sekelumit kisah dari orang tua dahulu. Semoga bisa menambah wawasan kita semua. Bila kurang enaknya cerita ini aku sebagai penulis cerita ini mohon maaf yang sebesar besarnya. Karena aku sendiri tidak pandai menulis cerita.

Salam Blogger dari Magetan

Sabtu, 03 Desember 2011

Air Terjun Tirtosari Sarangan Magetan

Air Terjun Tirtosari adalah sebuah air terjun yang berada sekitar 2,5 Km di sebelah barat daya dari Telaga Sarangan. Dengan ketinggian air terjun sekitar 50 m dan diapit oleh bebatuan yang terjal merupakan suatu pemandangan alam yang sangat indah.
Air Terjun Tirtosari merupakan salah satu obyek wisata andalan dari Kabupaten Magetan yang mendukung keberadaan obyek wisata Telaga Sarangan selain Telaga wahyu.  


Untuk menuju ke Air Terjun Tirtosari anda bisa menelusuri jalanan dengan berjalan kaki. Walaupun sedikit berliku dan kadang menaik, dengan pemandangan alam pegunungan yang indah dan ladang sayur mayur yang subur tentunya akan mengurangi rasa lelah karena berjalan yang lumayan jauh.  

  
  
Setelah memutari beberapa perbukitan Air terjun Tirtosari akan nampak dari kejauhan yang tentunya akan menambah semangat dan tenaga untuk segera sampai te tujuan. Di sepanjang perjalanan, bagi yang hobi berfoto bisa di manfaatkan untuk ngambil gambar yang sesuai dengan keinginan dengan latar panorama alam pegunungan yang hijau, asri, dan tentunya sangat menyejukkan.  

Inilah sekelumit cerita tentang salah satu obyek wisata andalan Kota Magetan yaitu Air Terjun Tirtosari.
Selamat berwisata di Kota Magetan.

Rabu, 30 November 2011

Telaga Sarangan

Telaga Sarangan atau Telaga Pasir Sarangan adalag sebuah telaga alami yang terletak di kaka Gunung Lawu, tepatnya di Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Telaga Sarangan adalah salah satu tempat pariwisata andalan yang dimiliki oleh Kabupaten Magetan. Telaga yang memiliki luas sekitar 30 Ha dan kedalaman air sekitar 29 m sang didukung oleh panorama alam pegunungan dan udara sejuknya sangat menarik perhatian bagi wisatawan lokal ataupun manca negara.


Di tengah telaga ada sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Putri semakin menambah keindahan Telaga Sarangan.
Dengan didukung oleh beberapa hotel berbintang dan puluhan hotel kelas melati serta bertebarannya pondok wisata Telaga Sarangan memang pantas sebagai tempat pariwisata andalan bagi Kabupaten Magetan.



Selain Telaga Sarangan sendiri ada beberapa tempat wisata lainnya yang menjadi tempat pariwisata penyangga penyangga seperti Telaga Wahyu / Telaga Wurung yang berjarak sekitar 2 Km ke arah Kota Magetan. Bagi yang suka berpetualang ada Air Terjun Tirtosari yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari telaga.


 
Di Telaga Sarangan juga banyak tersedia perahu boat yang bisa di sewa untuk mengelilingi telaga, dengan harga Rp. 40.000 sekali putaran. Juda bagi pengunjung yang ingin mengelilingi telaga lewat darat bisa dengan menyewa kuda yang harganya bisa dengan negosiasi.




Bagi para wisatawan yang ingin berbelanja dan wisata kuliner, di Telaga Sarangan banyak bertebaran restauran, rumah makan, toko-toko souvenir kas Magetan dan pasar Rakyat yang menyediakan berbagai sayur mayur dari hasil pertanian penduduk sekitar .


Dengan adanya Jalan tembus yang menghubungkan Kota Magetan Dengan Kota Karanganyar, para wisatawan sangan dimudahkan apabila ingin meneruskan wisatanga ke daerah Karanganyar yang disitu ada Air Terjun Grojogan Sewu dan banyak lagi tempat wisata yang lain.
Selamat Berwisata di kota Magetan.

Minggu, 23 Oktober 2011

Sendang Teleng Desa Sundul

Sendang Teleng adalah salah satu sendang yang ada di Desa Sundul.
Sendang Teleng merupakan sebuah sumber air yang yang dulu sangat besar. Air yang mengalir dari dalam tanah sangatlah deras. Apabila orang masuk ke pusat sumber airnya, akan terangkat keatas kembali karena begitu kuatnya arus air yang keluat dari dalam tanah.
Seiring perjalanan waktu dan masa, kini sumber air Sendang Teleng semakin mengecil, dan sekarang ini walau masih tersisa tetapi sumber airnya sangatlah kecil.
Sekitar sendang teleng ditumbuhi pohon - pohon jambu ( maaf kalau saya tidak tahu jenis  jambunya ) yang sangat rindang sehingga udaranya sangat sejuk dan sering dijadikan tempat istirahat bagi orang yang baru turun dari gunung Bancak.
Di tengah Sendang Teleng ada pohon yang bernama pohon Sotok.


Konon cerita dahulu kala pohon tersebut sangat tinggi sekali sampai sampai orang menyebutkan pohon tersebut sampai ke langit ( Sundul Langit ). Cerita itu jugalah yang dijadikan dasar bahwa daerah  barat gunung Bancak di namakan Desa Sundul.
Baca Ceritanya di http://sundulparangmagetan.blogspot.com/ .

Dahulu Sendang teleng sering di kunjungi oleh anak anak Desa Sundul dan sekitarnya hanya untuk mandi dan juga sekedar mensantai. Tetapi sekarang ini keramaian Sendang Teleng hanyalah sebuah cerita masa kecil.


Tempat tempat mandi yang dahulu di digunakan untuk mandi penduduk sekitar dan orang yang lewat di situ, sudah terlantar dan tidak terawat lagi.


Untuk teman teman dan saudara saudara yang dahulu sering bermain di Sendang Teleng, semoga postingan ini bisa menjadikan obat kangen tentang Desa Sundul dan Masa  masa kecil yang sangat indah di Desa Sundul

Salam dari Desa Sundul

By : SlaS

Senin, 14 Maret 2011

BABAT DESA SUNDUL

Desa Sundul Kabupaten Sumoroto.

Pada waktu Kartosuro sedang ada kemelut, banyak orang-orang yang tersingkirkan dan meninggalkan Kartosuruo. Salah satunya adalah seseorang yang bernama Joyo Laksono. Dalam perjalannya mencari tempat tinggal, beliau beristirahat di sebuah gunung yang sekarang di sebut Gunung BancakDesa Sundul sendiri berada di sebelah barat gunung bancak. Pada waktu itu wilayah Sundul berada dalam naungan Kabupaten Sumoroto. Jadi gerak gerik Sundul dibawah pengawasan Bupati Sumoroto.
Berbekal pengalaman yang dibawa dari Surokarto Mbah joyo Laksono mengkoordinasi warga di wilayah sundul untuk membentuk suatu pemerintahan desa dan bernaung pada Kabupaten Sumoroto. Maka diangkatlah Mbah Joyo Laksono sebagai pemimpin mereka atau Lurah.Jadi Beliau lah yang menjadi cikal bakal pemerintahan di Desa Sundul.


Mbah Joyo Laksono/ Mbah Palang

Di desa Sundul sendiri Mbah Joyo Laksono lebih dikenal dengan sebutan MBAH PALANG.
Mengapa disebut Mbah Palang ???
Disaat itu pemerintah desa harus secara rutin melapor serta membayar pajak ke kabupaten. 
Karena jarak yang jauh antara desa dan kabupaten, dan serta harus melewati hutan yang sepi dan banyaknya begal- begal dan perampok, jadi tidak semua kepala desa berani untuk menghadap Kanjeng Bupati sendiri. 
Maka pada waktu itu Mbah Joyo Laksono ditunjuk untuk mewakili beberapa desa yaitu dalam laporan rutin ke Kabupaten. Desa desa tersebut meliputi Desa Sundul, Desa Krajan, Desa Joketro, Desa Tamanarum.
Karena pengabdian tersebut maka Kanjeng Bupati Sumoroto memberi anugerah yaitu gelar PALANG, yaitu yang menjadi wakil dari beberapa desa.
Sampai saat ini Mbah JoyoLaksono lebih dikenal dengan nama Mbah Palang.


Sunber  : cerita dari sesepuh Desa Sundul
Bila masih salah mohon dikoreksi
Terima kasih

Senin, 14 Februari 2011

PNPM-MP 2010


Dewero Bondo Lumakso, ST.
Fasilitator Teknik Kecamatan Parang dalam program PNPM-MP tahun 2010 ini adalah sosok yang sangat pantas dijadikan panutan di program PNPM ini. Komitmen, tanggung jawab dan pengabdian yang tinggi pada pekerjaannya yang telah dilakukan selama ini semoga bisa menjadikan laju pembangunan yang lebih baik di Kecamatan Parang ini. Seandainya saja semua pengurus PNPM seperti dia, sudah tentu Kecamatan Parang yang masih sangat tertinggal dibandingkan dengan kecamatan lain yang ada di Kabupaten Magetan ini akan bisa mengejar ketertinggalannya. Tetapi mungkin sudah digariskan dalam kehidupan ini, bahwasanya suatu kebaikan sudah pasti banyak tantangan tantangan yang harus dihadapi, seakan akan dia bekerja sendiri dalam  memperbaiki sestem yang berjalan sekarang ini.
Maju terus pantang mundur mas Dewo.
Semoga apa yang anda lakukan akan menjadikan yang lebih baik dimanapun anda berada, untuk prpgram, bangsa dan negara ini, dan tentunya untuk anda sendiri.Amin.

TPK Sundul 2010