Tampilkan postingan dengan label parang magetan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parang magetan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Oktober 2011

Sendang Teleng Desa Sundul

Sendang Teleng adalah salah satu sendang yang ada di Desa Sundul.
Sendang Teleng merupakan sebuah sumber air yang yang dulu sangat besar. Air yang mengalir dari dalam tanah sangatlah deras. Apabila orang masuk ke pusat sumber airnya, akan terangkat keatas kembali karena begitu kuatnya arus air yang keluat dari dalam tanah.
Seiring perjalanan waktu dan masa, kini sumber air Sendang Teleng semakin mengecil, dan sekarang ini walau masih tersisa tetapi sumber airnya sangatlah kecil.
Sekitar sendang teleng ditumbuhi pohon - pohon jambu ( maaf kalau saya tidak tahu jenis  jambunya ) yang sangat rindang sehingga udaranya sangat sejuk dan sering dijadikan tempat istirahat bagi orang yang baru turun dari gunung Bancak.
Di tengah Sendang Teleng ada pohon yang bernama pohon Sotok.


Konon cerita dahulu kala pohon tersebut sangat tinggi sekali sampai sampai orang menyebutkan pohon tersebut sampai ke langit ( Sundul Langit ). Cerita itu jugalah yang dijadikan dasar bahwa daerah  barat gunung Bancak di namakan Desa Sundul.
Baca Ceritanya di http://sundulparangmagetan.blogspot.com/ .

Dahulu Sendang teleng sering di kunjungi oleh anak anak Desa Sundul dan sekitarnya hanya untuk mandi dan juga sekedar mensantai. Tetapi sekarang ini keramaian Sendang Teleng hanyalah sebuah cerita masa kecil.


Tempat tempat mandi yang dahulu di digunakan untuk mandi penduduk sekitar dan orang yang lewat di situ, sudah terlantar dan tidak terawat lagi.


Untuk teman teman dan saudara saudara yang dahulu sering bermain di Sendang Teleng, semoga postingan ini bisa menjadikan obat kangen tentang Desa Sundul dan Masa  masa kecil yang sangat indah di Desa Sundul

Salam dari Desa Sundul

By : SlaS

Selasa, 15 Maret 2011

Penyebaran Islam di Sundul

Pada awal terbentuknya Pemerintahan Desa Sundul, masyarakatnya masih awam tentang agama. Kalaupun ada sangat minim sekaliserta masih terpengaruh oleh hindu dan budha.
Kehidupan sosial keagamaan Islam mulai tampak sejak didirikannya langgar besar yang di rintis oleh Mbah H. Abdul Hasan. Beliau berpikir bahwa ajaran Islam perlu dirintis dan disampaikan pada masyarakat Sundul sebagai pedoman hidup.

Langgar besar inilah awal dari pesatnya Islam di Sundul.
Setelah anak-anak dan cucu-cucunya banyak yang belajar ke pondok dan pulang untuk meneruskan penyebaran Islam, semakin berkembanglah islam di Sundul ini.
Dengan dukungan dari beberapa kyai dari Mojopurno dan Selopuro masyarakat Sundul mendirikan Masjid pada tahun 1939, yang di syahkan olehkyai Mojopurno Bapak Kyai Sulaiman Afandi.
Masjid inilah yang sekarang kita kenal dengan Masjid Baiturrohman Sundul.
Dari Masjid inilah Ajaran Islam bisa berkembang dengan pesat di Desa Sundul.

Senin, 14 Maret 2011

BABAT DESA SUNDUL

Desa Sundul Kabupaten Sumoroto.

Pada waktu Kartosuro sedang ada kemelut, banyak orang-orang yang tersingkirkan dan meninggalkan Kartosuruo. Salah satunya adalah seseorang yang bernama Joyo Laksono. Dalam perjalannya mencari tempat tinggal, beliau beristirahat di sebuah gunung yang sekarang di sebut Gunung BancakDesa Sundul sendiri berada di sebelah barat gunung bancak. Pada waktu itu wilayah Sundul berada dalam naungan Kabupaten Sumoroto. Jadi gerak gerik Sundul dibawah pengawasan Bupati Sumoroto.
Berbekal pengalaman yang dibawa dari Surokarto Mbah joyo Laksono mengkoordinasi warga di wilayah sundul untuk membentuk suatu pemerintahan desa dan bernaung pada Kabupaten Sumoroto. Maka diangkatlah Mbah Joyo Laksono sebagai pemimpin mereka atau Lurah.Jadi Beliau lah yang menjadi cikal bakal pemerintahan di Desa Sundul.


Mbah Joyo Laksono/ Mbah Palang

Di desa Sundul sendiri Mbah Joyo Laksono lebih dikenal dengan sebutan MBAH PALANG.
Mengapa disebut Mbah Palang ???
Disaat itu pemerintah desa harus secara rutin melapor serta membayar pajak ke kabupaten. 
Karena jarak yang jauh antara desa dan kabupaten, dan serta harus melewati hutan yang sepi dan banyaknya begal- begal dan perampok, jadi tidak semua kepala desa berani untuk menghadap Kanjeng Bupati sendiri. 
Maka pada waktu itu Mbah Joyo Laksono ditunjuk untuk mewakili beberapa desa yaitu dalam laporan rutin ke Kabupaten. Desa desa tersebut meliputi Desa Sundul, Desa Krajan, Desa Joketro, Desa Tamanarum.
Karena pengabdian tersebut maka Kanjeng Bupati Sumoroto memberi anugerah yaitu gelar PALANG, yaitu yang menjadi wakil dari beberapa desa.
Sampai saat ini Mbah JoyoLaksono lebih dikenal dengan nama Mbah Palang.


Sunber  : cerita dari sesepuh Desa Sundul
Bila masih salah mohon dikoreksi
Terima kasih

Minggu, 17 Oktober 2010

Sundul.....Hujan lebat

Tahun 2010.
Sepanjang tahun ini tidak ada yang namanya musim kemarau.Dari akhir tahun 2009 sampai Oktober 2010 sekarang ini selalu ada hujan.Apakah ini efek dari pemanasan global seperti yang sering di bicarakan banyak orang.Yang aku yakini bahwasanya Allah telah menghendaki seperti ini.""" Yaa ALLAH...Kulo nyuwun jawah.....jawah ingkang deres.....sarto nylametaken """