Tampilkan postingan dengan label sundul parang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sundul parang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2012

Mojo Lambe


Kisah ini dimulai setelah perang besar di Kerajaan Mataram.
Setelah perang besar di kerajaan mataram, salah satu senopati perang meninggalkan Mataram dan pergi ke timur Gunung lawu untuk mencari pemukiman baru. Dia memasuki daerah yang berada di wilayah Kabupaten Sumoroto. 
Dalam pelariannya senopati perang tersebut mencari kerabatnya yang berada di sekitar Gunung Bancak. Di tengah perjalanan, senopati tersebut menghampiri seorang pencari rumput untuk menanyakan keberadaan kerabatnya tersebut.
Dengan baik baik dia menanyakan keberadaan kerabatnya yang dia cari. Mungkin karena penampilannya yang seadanya karena dalam pelarian perang, pencari rumput tersebut menjawab dengan seenaknya seakan acuh takacuh tidak mempedulikan senopati perang tersebut. 
Karena merasa disepelekan dan tidak dipedulikan dan dalam situasi yang masih kalut karena peperangan,  maka kemarahanpun tidak bisa dikendalikan lagi. Di hajarnya si pencari rumput tersebut. Karena si pencari rumput terus mengoceh dengan kata kata sembarangan, maka dipotonglah bibir ( lambe ) si pencari rumput tersebut dan potongan bibirnya di tancapkan di sebuah duru dari pohon mojo.
Seperti cerita ketoprak  Sang Senopati pun berkata : Mbesuk nek wis rejane jaman, daerah iki tak jenengake Mojo Lambe ( Besuk lakau jaman sudah maju, tempat ini aku beri nama Mojo Lambe ).
Karena kisah tersebut, sampai sekarang daerah itu disebut Mojo Lambe.

Catatan : Daerah Mojo Lambe berada di perbatasan antara Desa Krajan dan Jokerto  yang berada di Kecamatan Parang Kabupaten Magetan. Kalau anda dalam perjalanan Parang - Magetan, di perbatasan Desa Krajan dan Joketro ada sebuah puntukan kecil dan ada tugu perbatasan, itulah daerah yang disebut Mojo Lambe.
Cerita Orang Tua dahulu. Beliau ( Senopati Perang tersebut ) merupakan cikal bakal dari keberadaan pemerintahan Desa Sundul. Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan yang waktu itu masih dalam wilayah Kabupaten Sumoroto ( Sekarang Ponorogo ). Baca cerita tentang Babat Desa Sundul.

Inilah sekelumit kisah dari orang tua dahulu. Semoga bisa menambah wawasan kita semua. Bila kurang enaknya cerita ini aku sebagai penulis cerita ini mohon maaf yang sebesar besarnya. Karena aku sendiri tidak pandai menulis cerita.

Salam Blogger dari Magetan

Kamis, 19 Januari 2012

Asal Usul Pasar Sundul

Sekitar tahun 1970 ada seseorang yang berdagang keliling dari Desa Joketro yang bernama Mbah Kabul. Setiap hari beliau lewat Melewati Desa Sundul, dan sering berhenti di Perempatan Desa Sundul I . Karena setiap hari orang yang belanja di perempatan Sundul I  semakin banyak , maka beliau memutuskan untuk berdagang menetap di Perempatan Desa Sundul. Lama kelamaan orang yang berbelanja semakin banyak dan Mbah Kabul tidak bisa sendirian memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar sundul. Maka Mbah Sundul mengajak anak menantunya untuk merjualan di Desa Sundul. Semakin berkembangnya masyarakat desa sundul dan sekitarnya semakin berkembang pula perdagangan yang ada. Maka semakin banyak pula orang yang berdagang di perempatan Desa Sundul tersebut. Jadilah sebuah pasar yang di namakan Pasar Sundul yang lebih dikenal orang dengan nama Pasar Krempyeng, karena pasar Sundul buka cuma pada pagi hari.
Inilah sejarah asal usul Pasar Sundul ( Pasar Krempyeng ). Walaupun hanya buka pada pagi hari, Pasar Sundul mampu membuat perekonomian masyarakat Desa Sundul lebih meningkat lagi. Para pembelipun tidak terbatas dari masyarakat sundul saja. Tetapi banyak juga pembeli yang datang dari desa lain seperti Desa Krajan, Desa Banjar Panjang yang masuk Kecamatan Kawedanan dan Desa Krowe yang masuk wilayah Kecamatan Lembeyan..
Pasar Sundul sendiri pernah tiga kali berpindah tenpat.
Pertama : di Perempatan Sundul 
Tempat asal mula mbah Kabul berjualan
Kedua : Di belakang masjid Baiturrahman Desa Sundul.
Karena semakin banyak orang yang berdagang kama dicarikanlah tempat yang lebih luas yaitu di belakang Masjid Baiturrahman.
Ketiga : Di tanah Bengkok selatan Perempatan Sundul I
Kakena ada program pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat maka dimangunkannya Pasar yang permanen dan semi permanen untuk lebih meningkatkan perekonomian dan menambah pemasukan kas Desa.

Kamis, 08 Desember 2011

Sundul

Sundul adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Sebagian wilayah dari Desa Sundul adalah berupa daerah perbukitan yaitu sebagian dari Gunung Bancak.


PEMERINTAHAN DESA
Desa Sundul dibagi menjadi 5 Dukuh yaitu :
Dukuh Sundul 1 
Dukuh Sundul 2
Dukuh Sulurejo
Dukuh Jambu
Dukuh Brumbung
Dengan pusat pemerintahan desa terletak di Rt. 03 Dukuh Sundul 1.


EKONOMI
Desa Sundul mempunyai pasar desa yang lebih terkenal dengan sebutan Pasar Krempyeng. Walau pasar Sundul hanya buka pada pagi hari, namun sudah sangat cukup untuk mendukung perekonomian warga desa dan memudahkan penduduk desa berbelanja kebutuhan sehari-hari.


KESEHATAN
Di Desa Sundul ada Puskesmas Pembantu yang bisa sebagai tempak berobat bagi warganya dan sebagai pusat kegiatan kesehatan seperti Posyandu dan lai sebagainya.


PENDIDIKAN
Tentang pendidikan di Desa Sundul sudah pasti tidak kalah dengan desa lainnya. Selain pendidikan informal seperti TPA ( Tempat Pendidikan Agama ) yang tersebar di masjid-masjid di setiap dukuh juga pendidikan formal yaitu :
2 sekolah kanak-kanak yaitu TK dan PAUD
2 Sekolah Dasar Negeri yaitu SDN Sundul 1 dan SDN Sundul 2
1 Madrasah Ibtidaiyah


Selain itu di Desa Sundul Juga ada Panti Asuhan Yatim Piatu.








Rabu, 19 Oktober 2011

Asal Usul Nama Sundul

Ada 2 versi cerita yang ada tentang asal usul dari nama SUNDUL sendiri. Semuanya tergantung dari orang yang mau berbagi cerita. Di sini kami akan menceritakan semuanya dengan singkan saja.

Versi 1

Dahulu kala di wilayah ini ada tepatnya di Sendang Teleng ada sebuah pohon yang sangat tinggi sekali. Pohon itu namanya Sotok. Karena begitu tingginya, ada seseorang yang penasaran untuk mengetahui seberapa tinggi pohon itu. Dengan membawa bekal yang sangat banyak, dia mulai memanjat pohon tersebut. Sampai beberapa hari memanjat, dan perbekalannya sudah habis, dia belum bisa mencapai puncak pohon tersebut. Karena begitu tingginya, maka dianggapnya puncak pohon itu mencapai langit (Sundul langit). Maka daerah ini di namakan SUNDUL. Sampai sekarang pangkal pohon itu masih ada, di tengah tengah sumber Sendang Teleng.

Versi 2

Seperti banyak orang ketahui bahwasannya daerah Parang wilayah kabupaten magetan merupakan daerah kering dan kurang adanya air. Tetapi daerah SUNDUL merupakan satu-satunya wilayah Parang yang ada banyak sumber airnya. bisa . Dimana-mana ada sumber air yang menggenangi wilayah itu. Menurut cerita orang tua dulu bahwa daerah ini bisa disebut rawa-rawa, karena ada sebagian tanahnya berlumpur dan sangat dalam ( embak yang dalam ). Karena daerah ini banyak air yang keluar dari tanah, maka daerah ini disebut SUNDUL, yang maksudnya banyak air yang menembus ( nyundul ) keluar dari tanah. Sekarang ini keberadaan tanah yang berlumpur dalam sudah jauh berkurang. Tetapi cerita yang ini masih bisa dilanjutkan karena di SUNDUL sendiri sekarang sangat dikenal masyarakat sekitar dengan sumur artetisnya, yaitu mata air yang di ambil dari dalam tanah dengan kedalaman sekitar 30 m, dan airnya bisa naik ke atas tanah sekitar 1,5 m. Memang tidak salah kiranya bahwa nenek moyang kita dulu menamakan daerah ini dengan SUNDUL. Mata air di sini mampu menembus ( nyundul ) ke atas tanah sekitar 1,5 m tanpa bantuan alat seperti pompa dan lain sebagainya.


Versi 3



Pada masa akhir perang yang dipimpin pangeran Diponegoro, dimana pangeran Diponegoro dan pasukannya sudah dalam keadaan tidak seimbang dalam hal peralatan dan logistik. Para pengikut dan pasukannya rata-rata para petani sudah sekian tahun bekerja tidak  bertani. maka habislah persediaan logistiknya.
Maka pangeran Diponegoro memerintahkan pasukannya untuk memperjuangkan pasukannya dari Belanda. Salah satu perintah beliau ialah memerintahkan pasukannya untuk ke sebelah timur Gunung Lawu. Konon ada sebagian kecil pasukan Pangeran Diponegoro yang terdiri dari 3 orang yang sampai di wilayah parang. Dalam perjalanan yang memakan waktu beberapa hari mereka kelaparan dan kehausan maka berhentilah mereka. Dalam istirahatnya salah satu dari mereka bernama Raden Mas Haryo Biri melihat pohon yang tinggi menjulang lebih dari pohon-pohon yang lain di hutan itu.
Karena merasa kehausan akhirnya ke 3 orang pasukan Diponegoro tersebut berbagi tugas mencari mata air. Raden Mas Haryo Biri yang juga seorang ahli da’wah dan seorang guru tersebut menghampiri dua pohon yang menjulang tinggi tersebut.
Akhirnya sampailah Mbah Biri di tempat pohon tersebut, betapa heranya Mbah Biri dengan apa yang dilihatnya, ternyata pohon itu adalah pohon otok yang sangat tinggi. Biasanya pohon otok itu tumbuh pendek tetapi yang satu ini sangat luar biasa. Dan dibawah pohon itu terdapat banyak sumber air, maka berkatalah mbah Biri “ Iki ana wit otok kok duwure sak pendeleng  lan sak kiwa tengene akeh banyu si jumundul myundul Lemah, yen ngono sumber iku tak jenegke Sumber Teleng lan desane Sundul” Mbah Biri memutuskan untuk tinggal di daerah tersebut yang sekarang diberi nama desa Sundul.

Data Umum Desa Sundul


Desa
Sundul

Kecamatan
Parang


Kabupaten
Magetan

Propinsi
Jawa Timur



Luas wilayah
310,435 Ha.


Jumlah penduduk
3113 jiwa

Laki laki
1454 jiwa

Perempuan
1657 jiwa


Batas wilayah

Sebelah barat
Desa Krajan

Sebelah Selatan
Kecamatan Lembeyan

Sebelah Timur
Kecamatan Kawedanan

Sebelah Utara
Kecamatan Ngariboyo


Lurah Desa Sundul

Pemerintahan desa Sundul mulai berdiri sejak tahun 1837, dengan kepala pemerintahan pertama kali yaitu Mbah Joyo Laksono.
Secara lebih jelas tentang silsilah pemerinthan desa Sundul sebagai berikut :


Joyo Laksono / Mbah Palang
........ sampai 1904

Makum
1904 sampai 1906

Abdul hasan
1906 sampai 1908

Joyo Rejo
1908 sampai 1910

Soinangun
1910 sampai 1912

Wosorejo
1912 sampai 1932

Harjo Ngulomo
1932 sampai 1951

Moh Ichsan
1951 sampai 1983

Slamet IB
1983 sampai 2001

Damanhuri
2001 sampai 2006

Sunar, ST

2007 sampai sekarang

Selasa, 15 Maret 2011

Penyebaran Islam di Sundul

Pada awal terbentuknya Pemerintahan Desa Sundul, masyarakatnya masih awam tentang agama. Kalaupun ada sangat minim sekaliserta masih terpengaruh oleh hindu dan budha.
Kehidupan sosial keagamaan Islam mulai tampak sejak didirikannya langgar besar yang di rintis oleh Mbah H. Abdul Hasan. Beliau berpikir bahwa ajaran Islam perlu dirintis dan disampaikan pada masyarakat Sundul sebagai pedoman hidup.

Langgar besar inilah awal dari pesatnya Islam di Sundul.
Setelah anak-anak dan cucu-cucunya banyak yang belajar ke pondok dan pulang untuk meneruskan penyebaran Islam, semakin berkembanglah islam di Sundul ini.
Dengan dukungan dari beberapa kyai dari Mojopurno dan Selopuro masyarakat Sundul mendirikan Masjid pada tahun 1939, yang di syahkan olehkyai Mojopurno Bapak Kyai Sulaiman Afandi.
Masjid inilah yang sekarang kita kenal dengan Masjid Baiturrohman Sundul.
Dari Masjid inilah Ajaran Islam bisa berkembang dengan pesat di Desa Sundul.

Senin, 14 Maret 2011

BABAT DESA SUNDUL

Desa Sundul Kabupaten Sumoroto.

Pada waktu Kartosuro sedang ada kemelut, banyak orang-orang yang tersingkirkan dan meninggalkan Kartosuruo. Salah satunya adalah seseorang yang bernama Joyo Laksono. Dalam perjalannya mencari tempat tinggal, beliau beristirahat di sebuah gunung yang sekarang di sebut Gunung BancakDesa Sundul sendiri berada di sebelah barat gunung bancak. Pada waktu itu wilayah Sundul berada dalam naungan Kabupaten Sumoroto. Jadi gerak gerik Sundul dibawah pengawasan Bupati Sumoroto.
Berbekal pengalaman yang dibawa dari Surokarto Mbah joyo Laksono mengkoordinasi warga di wilayah sundul untuk membentuk suatu pemerintahan desa dan bernaung pada Kabupaten Sumoroto. Maka diangkatlah Mbah Joyo Laksono sebagai pemimpin mereka atau Lurah.Jadi Beliau lah yang menjadi cikal bakal pemerintahan di Desa Sundul.


Mbah Joyo Laksono/ Mbah Palang

Di desa Sundul sendiri Mbah Joyo Laksono lebih dikenal dengan sebutan MBAH PALANG.
Mengapa disebut Mbah Palang ???
Disaat itu pemerintah desa harus secara rutin melapor serta membayar pajak ke kabupaten. 
Karena jarak yang jauh antara desa dan kabupaten, dan serta harus melewati hutan yang sepi dan banyaknya begal- begal dan perampok, jadi tidak semua kepala desa berani untuk menghadap Kanjeng Bupati sendiri. 
Maka pada waktu itu Mbah Joyo Laksono ditunjuk untuk mewakili beberapa desa yaitu dalam laporan rutin ke Kabupaten. Desa desa tersebut meliputi Desa Sundul, Desa Krajan, Desa Joketro, Desa Tamanarum.
Karena pengabdian tersebut maka Kanjeng Bupati Sumoroto memberi anugerah yaitu gelar PALANG, yaitu yang menjadi wakil dari beberapa desa.
Sampai saat ini Mbah JoyoLaksono lebih dikenal dengan nama Mbah Palang.


Sunber  : cerita dari sesepuh Desa Sundul
Bila masih salah mohon dikoreksi
Terima kasih

Senin, 14 Februari 2011

PNPM-MP 2010


Dewero Bondo Lumakso, ST.
Fasilitator Teknik Kecamatan Parang dalam program PNPM-MP tahun 2010 ini adalah sosok yang sangat pantas dijadikan panutan di program PNPM ini. Komitmen, tanggung jawab dan pengabdian yang tinggi pada pekerjaannya yang telah dilakukan selama ini semoga bisa menjadikan laju pembangunan yang lebih baik di Kecamatan Parang ini. Seandainya saja semua pengurus PNPM seperti dia, sudah tentu Kecamatan Parang yang masih sangat tertinggal dibandingkan dengan kecamatan lain yang ada di Kabupaten Magetan ini akan bisa mengejar ketertinggalannya. Tetapi mungkin sudah digariskan dalam kehidupan ini, bahwasanya suatu kebaikan sudah pasti banyak tantangan tantangan yang harus dihadapi, seakan akan dia bekerja sendiri dalam  memperbaiki sestem yang berjalan sekarang ini.
Maju terus pantang mundur mas Dewo.
Semoga apa yang anda lakukan akan menjadikan yang lebih baik dimanapun anda berada, untuk prpgram, bangsa dan negara ini, dan tentunya untuk anda sendiri.Amin.

TPK Sundul 2010

Minggu, 17 Oktober 2010

Sundul.....Hujan lebat

Tahun 2010.
Sepanjang tahun ini tidak ada yang namanya musim kemarau.Dari akhir tahun 2009 sampai Oktober 2010 sekarang ini selalu ada hujan.Apakah ini efek dari pemanasan global seperti yang sering di bicarakan banyak orang.Yang aku yakini bahwasanya Allah telah menghendaki seperti ini.""" Yaa ALLAH...Kulo nyuwun jawah.....jawah ingkang deres.....sarto nylametaken """